Panduan Wisata ke Montmartre, Paris

Antik, bernuansa kota kecil, dan dagi. Dengan segala pesona dan sejarahnya, tidak diragukan lagi Montmartre sebagai salah satu daerah paling colourful dan menarik pada Paris. Bukan misteri lagi jika tempat ini pula dianggap menjadi salah satu tempat paling romantis di Paris. Dan Montmartre, masih memiliki sejuta pesona lain yg membuatnya selalu dibanjiri turis setiap tahunnya. Dua di antaranya merupakan gereja basilika ikonik berwarna putih yang ada pada puncak bukit & dua kincir angin antik yang masih ada hingga kini . Nah, ingin tahu objek wisata & loka-loka terkenal di Montmartre apa saja yang selalu dikunjungi sang para turis?

Antik, bernuansa kota mini , dan menawan. Mungkin inilah tiga istilah yang mampu sedikit mendeskripsikan Montmartre, sebuah distrik yang terletak pada atas bukit dengan nama yg sama, pada pinggiran kota Paris, Perancis. Kawasan yang terletak di arrondissement (distrik) 18 ini memiliki suasana kota tua yang kuno dan klasik yg menciptakan kita mencicipi sisi lain Paris selain suasana kota metropolitan.

Mengunjungi Montmartre, Anda akan tergiur menggunakan atmosfernya. Di mana banyak bangunan, toko, dan cafe yang bergaya unik dan klasik berdiri berdempetan & berjejalan di tepi-tepi jalan batu yg berliku, sempit, & terkadang menanjak. Beberapa tempat tinggal zaman dulu dengan dinding dipenuhi tanaman rambat juga sanggup ditemui di daerah ini. Adanya pertunjukan oleh musisi atau pementas jalanan juga menjadi pemandangan biasa di Montmartre.

Tangga-tangga curam & sempit yg diapit sang bangunan-bangunan apartemen dan dihiasi formasi tiang lampu klasik & pepohonan di tepinya jua menjadi pemandangan khas pada sini, mengingat tempat ini memang berada pada atas bukit. Tangga-tangga ini terlihat paling bagus ketika pohon-pohon pada tepinya terlihat gundul atau tanpa daun (uh, yang kayak begini favorit saya banget dah). Selain itu, Anda mungkin jua akan melihat atau bahkan naik kereta kecil beroda yang lucu dan jua kereta trem kecil yg meluncur naik turun bukit.

Montmartre dulu juga menjadi kawasan tempat tinggal dan berkumpulnya para seniman Perancis, yang kemudian besar namanya seperti Pablo Picasso, Vincent Van Gogh, Salvador Dali, Claude Monet, dan Pierre-Auguste Renoir. Kalau Italia punya Florence di mana para seniman Italia hidup dan Berkarya, maka Perancis punya Montmartre. Karena itu, jangan heran bila di kawasan ini Anda akan menemui sejumlah tempat yang merupakan bekas studio atau tempat tinggal seniman-seniman tersebut. Bahkan banyak juga tempat di Montmartre yang mengklaim keterkaitan mereka dengan para seniman ini dengan memampang plakat dengan tulisan seperti “Seniman X dulu pernah bla bla bla di sini” :p

Dengan segala pesona & sejarahnya, tak diragukan lagi Montmartre sebagai keliru satu kawasan paling colourful & menarik di Paris. Dan telah bukan misteri lagi jika kawasan ini juga dipercaya menjadi keliru satu loka paling romantis di Paris. Dan loka ini, masih memiliki sejuta pesona lain yang membuatnya selalu dibanjiri turis setiap tahunnya. Nah, ingin memahami objek wisata dan loka-tempat populer apa saja yang selalu diburu para turis pada Montmartre?

Karena adalah sebuah kawasan, poly sekali loka menarik yg sanggup dikunjungi pada Montmartre, namun berikut akan aku rangkumkan tempat-loka populer yang selalu dijadikan destinasi primer sang para wisatawan yg jalan-jalan ke Montmartre. Selain loka-loka khusus ini, Anda masih sangat mampu menikmati pemandangan anggun khas Montmartre sepanjang bepergian, atau berjalan-jalan sendiri buat menjelajah daerah ini & menemukan loka favorit Anda sendiri :). Ok, sekarang pribadi saja. Berikut tempat-tempat wisata menarik & terkenal pada Montmartre, Paris:

1. Basilika Sacre Coeur

Sacre Coeur Montmartre Paris
Sacre Coeur basilika yang ikonik
Sacré-Coeur Basilica adalah gereja basilika berwarna putih yang berada di puncak bukit Montmartre dan menjadi landmark distrik ini. Warnanya yang putih polos dan letaknya yang tinggi tepat di puncak bukit, membuat Sacre Coeur terlihat sangat menonjol di panorama kota Paris dan menjadi titik tertinggi ketiga di Paris setelah Menara Eiffel dan Montparnasse Tower. Basilika ini pun terlihat jelas dari kejauhan yang menandakan di mana distrik wisata populer Montmartre berada.

Sacre-Coeur Basilica (Basilica of the Sacred Heart) dibangun pada tahun 1875 dan menggunakan batu khusus agar warnanya tetap putih, polos, dan bersih meskipun berada di antara udara kota besar yang terpolusi seperti Paris. Nggak lucu kan kalau namanya ‘basilika hati yang suci’ tapi warnanya ternoda :D. Karena itu semua sudah direncanakan dengan matang dan digunakanlah batu khusus dalam pembangunanya, yaitu batu Château-Landon. Saat turun hujan, batu ini akan bereaksi dengan air hujan dan akan mengeluarkan kalsit (zat kapur) yang berfungsi sebagai pemutih, sehingga dinding luar Sacre Coeur akan tetap terlihat putih bersih. Wah keren ya.

Selain masuk ke dalam basilika buat melihat interiornya, aktivitas wisata jua poly terjadi pada luar. Pengunjung umumnya bahagia jalan-jalan dan duduk-duduk di tangga menuju basilika atau duduk-duduk dan tiduran pada taman rumputnya,. Favorit para wisatawan merupakan duduk-duduk dan piknik di dasar tangga Sacre Cour sembari menyaksikan beberapa pertujukan yg dilakukan sang para musisi dan pementas jalanan. Hal ini tidak ubahnya menciptakan tangga ini misalnya amfiteater ?Alami? Di mana para penonton duduk menjejali undakan-undakan tangganya. Jadi jangan heran jika tangga ini sangat penuh pengunjung pada animo-ekspresi dominan puncak liburan misalnya dalam musim panas.

Sacre Coeur Montmartre Paris

Apalagi tangga ini jua sebagai spot strategis di mana kita mampu berfoto dengan latar belakang Basilika Sacre Coeur. Dari tangga dan laman basilika kita pula sanggup melihat ke bawah ke arah panorama kota Paris yg terlihat menakjubkan menurut atas. Di beberapa level tangga jua masih ada beberapa bangku taman jika kita ingin duduk-duduk dengan nyaman (jika tidak penuh semua :p) sambil menikmati panorama kota Paris. Taman rumput di area kurang lebih basilika juga semakin menyegarkan pemandangan di loka ini. Tak ketinggalan jua tiang lampu klasik. Cucoklah pokoknya!

Alamat: 35 rue du Chevalier de la Barre, Montmartre, Paris

2. Church of St. Pierre

Di dekat Basilika Sacre Coeur, juga terdapat satu lagi gereja pada Montmartre, yaitu Church of St. Pierre. Gereja ini merupakan salah satu gereja paling tua pada Paris. Meskipun nir terlalu populer, setidaknya Anda memahami kalau terdapat gereja lain di Montmartre, at least. And after visit it, you?Re like going: ?It?S nice to know this church.?

Tiga. Place du Tetre

Place du Tetre Montmartre Paris
Seperti lukisan pada lukisan (Place du Tetre, Montmartre)

Tidak jauh dari basilika putih, Place du Tetre adalah tempat wisata terkenal kedua di Montmartre setelah Sacre Coeur. Tempat ini merupakan alun-alun kecil yang menjadi ‘studio outdoor’ bagi para ‘seniman Montmartre’ masa kini. Di alun-alun ini Anda akan melihat banyak pelukis yang memasang stand-stand mereka, di bawah payung aneka warna dan memajang gambar serta lukisan warna-warni untuk menarik minat para wisatawan yang datang. Tempat ini mengingatkan kita bahwa di area sekitar inilah dulu para seniman besar Perancis tinggal dan bekerja. Alun-alun kecil ini juga dikelilingi oleh bangunan-bangunan, restauran, dan cafe bergaya klasik yang semakin menambah warna serta nilai artistik Place du Tetre. Belum lagi Basilika Sacre Cour yang ikut terlihat memadati sudut tepi alun-alun. Nyeni dan colourful, itulah Place du Tetre. Benar-benar background yang sempurna untuk berfoto di Montmartre yang katanya desa seniman ini.

Place du Tetre Montmartre Paris
Deretan cafe dan restauran di tepi Place du Tetre
Melihat-lihat gambar dan lukisan yang dipajang di Place du Tetre juga asyik, barangkali saja Anda bisa menemukan sesuatu yang bagus untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Anda juga bisa meminta salah satu seniman untuk membuat sketsa wajah Anda. Tapi sepakati dulu harganya sebelum memulai. Dari Place du Tetre Anda bisa lanjut berkeliling ke jalan-jalan sempit berbatu dan bangunan padat di sekitarnya. Ingat-ingat jalan atau bawa peta jika takut nyasar :p. Oh iya, di bangunan-bangunan dan cafe di Place du Tetre dan juga sekitarnya, perhatikan plakat-plakat yang tertempel di dinding yang menyatakan bahwa tempat tersebut bersejarah. Seperti plakat-plakat dengan tulisan yang sudah saya sebutkan tadi: “Seniman X dulu pernah bla bla bla di sini” :D

4. Jejak Seniman Ternama

apabila Anda ingin menelusuri jejak artis pada Montmartre lebih jauh, Anda mampu mengunjungi loka-loka berikut yg beberapa tidak jauh berdasarkan Place du Tetre:

- Espace Dali, di 11 Rue Poulbot. Merupakan sebuah museum yang didedikasikan untuk Salvador Dali, khususnya karya patung dan ukirannya. Di museum ini juga ada workshop bagi anak-anak untuk memfamiliarkan mereka dengan karya-karya Salvador Dali.

- Montmartre Museum atau Musée du Montmartre, yang bertempat di bekas sebuah manor house tua. Selain pameran, di museum ini ada ruangan khusus yang didedikasikan untuk Erik Satie, seorang komposer ternama yang dulu pernah tinggal di bangunan ini. Seniman terkenal lain yang juga pernah tinggal di sini adalah Maurice Utrillo dan Demetrius Galanis.

- Renoir’s House, di 6 Rue de l'Abreuvoir. Merupakan bekas tempat tinggal seniman populer Pierre-Auguste Renoir.

- Dalida’s House, di rue d'Orchampt. Merupakan bekas rumah diva pop Dalida.

- Bateau Lavoire, 13 Place Emile-Goudeau. Merupakan bekas loka tinggal Pablo Picasso dan jua sejumlah penyair.

- 54 Rue Lepic. Dulu Van Gogh tinggal di sini.

Lima. Montmartre Vineyard

Dekat Montmartre Museum, terdapat Vigne du Montmartre (Montmartre Vineyard) yaitu satu menurut sedikit kebun anggur yang masih tersisa di Paris. Kebun ini masih menghasilkan beberapa ratus botol wine yg dilelang dalam wine festival yang diadakan setiap hari Sabtu pertama di bulan Oktober. Kebun anggur ini tepat berada di tanah bukit yang menanjak & diapit bangunan-bangunan apartemen bertingkat.

Alamat: Rue Saint-Vincent, Montmartre, Paris

6. Le Jardin Sauvage Saint-Vincent

Dekat Montmartre Vineyard, terdapat Le Jardin Sauvage Saint-Vincent, yaitu taman seluas 1.480 m2 yg didedikasikan buat melestarikan ratusan spesies tanaman & hewan, misalnya kebun botani. Kebun ini hanya dibuka untuk umum satu atau dua kali dalam sebulan. Tetapi terkadang dalam bulan tertentu misalnya antara April sampai Oktober, kebun ini buka lebih acapkali.

Alamat: 14 rue Saint-Vincent, Montmartre, Paris

7. Caf? Les dua Moulin

Les 2 moulins cafe Paris
Cafe Les 2 Moulins
Cafe Les 2 Moulins (baca: Les Deux Moulins) adalah sebuah cafe cantik di jalan Rue Lepic, dekat Place Blanche, Montmartre. Cafe ini pernah menjadi lokasi syuting film Amelie dan selalu sibuk dan ramai oleh warga lokal, dan juga para turis yang ingin menelusuri jejak Amelie. Seperti kebanyakan cafe di Paris, cafe ini juga memiliki desain stylish dan memilki tempat duduk di trotoar. Ideal bagi yang ingin duduk-duduk sambil melihat orang lalu lalang atau menikmati suasana sekitar. Apalagi cafe ini juga menghadap ke bagian jalan Rue Lepic yang ramai oleh toko bunga, roti dan pastri, seafood, serta penjual daging. Oh ya soal nama, ‘Les Deux Moulins’ berarti The Two Windmills dan memang terletak dekat dengan 2 kincir angin kuno (windmills) yang ada di Montmartre.

8. Moulin de la Gallete

Ada dua kincir angin antik yang masih tersisa di Montmartre yaitu Moulin de la Gallete dan Moulin Rouge. Dua kincir ini seringkali menjadi objek lukisan para seniman, keliru satunya adalah lukisan terkenal karya Renoir yang berjudul ?Le Bal du Moulin de la Galette? Yg sekarang tergantung pada dinding Mus?E d?Orsay, Paris. Moulin de la Gallete terletak pada Rue Lepic, Montmartre, dan kini menjadi restauran.

9. Moulin Rouge

Moulin Rouge Paris
Moulin Rouge
Sementara Moulin Rouge yang terletak di distrik klub malam Pigalle dekat Montmartre, tepatnya di Boulevard de Clichy, merupakan club malam yang menyajikan hiburan cabaret dan terkenal sebagai tempat lahirnya tarian Can-can modern. Moulin Rouge, dengan kincir angin dan nyala lampu merahnya yang temaram di malam hari juga telah menjadi salah satu landmark populer kota Paris, khususnya kawasan Montmartre dan Pigalle. Moulin Rouge juga sering muncul dalam film, film dokumenter, dan buku. Pada malam hari, area depan Moulin Rouge biasanya ramai oleh pengunjung, meskipun banyak dari mereka adalah wisatawan atau turis yang sekedar ingin hangout atau nongkrong di tempat ikonik ini, tanpa berniat masuk dan menikmati hiburan di Moulin Rouge.

10. Montmartre Cemetry

Menelusuri Boulevard de Clichy menuju Place de Clichy, dan belok kanan menuju Avenue Rachel, Anda bisa menemukan sebuah area pemakaman klasik yang juga menjadi salah satu tempat wisata terkenal di Montmartre. Cimetière de Montmartre atau Montmartre Cemetry merupakan salah satu pemakaman populer di Paris selain Père-Lachaise Cemetery. Pemakaman ini menawarkan suasana tenang dan klasik seperti pemakaman yang ada di film-film :) dengan bangunan makam lama dan baru berjejer padat di bawah sejumlah pepohonan yang meneduhinya. Uniknya lagi, Montmartre Cemetery dibangun di tanah yang posisinya lebih rendah dari level jalan. Pemakaman ini juga menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi sejumlah seniman terkenal yang tinggal dan bekerja di kawasan Montmartre, salah satunya adalah diva pop Dalida yang rumahnya terletak di Rue d'Orchampt.

Alamat: 20 avenue Rachel (pintu masuk di Avenue Rachel di bawah Rue Caulaincourt), Montmartre, Paris

Transportasi: Bagaimana cara ke Montmartre?

Metro. Naik metro, turun di stasiun terdekat:

- Naik line/jalur 12, turun pada stasiun metro Abesses. Anda pribadi hingga di sentra distrik Montmartre.

- Naik jalur 2, turun di stasiun metro Anvers atau metro Blanche (Moulin Rouge). Bagi Anda yang ingin menikmati perjalanan menuju montmartre & memasuki Montmartre secara sedikit demi sedikit.

PS. Untuk mendaki & keliling tempat Montmartre Anda pula sanggup naik kereta mini beroda yang akan membawa Anda menelusuri tempat Montmartre tanpa wajib capek-capek berjalan kaki. Dan buat menuju zenit bukit, Anda juga bisa naik kereta trem kecil yg akan membawa Anda meluncur ke atas (& turun) bukit.

Jika Anda merasa sayang harus melewatkan pemandangan selama perjalanan kalau memakai ke 2 fasilitas ini, Anda mampu membaginya 1/2-setengah. Mendaki atau berangkat naik fasilitas ini, & pulang dengan jalan kaki. Karena mendaki biasanya lebih capek, ketimbang turun. Tapi terserah Anda pula. Mungkin Anda lebih menentukan bercapek-capek dulu baru ?Bersenang-senang ? Kemudian sebagai akibatnya nanti ketika sampai di tujuan merasa lebih puas atas reward ?Jerih payah? Anda. Dan tinggal turun dengan sedikit memanjakan diri sembari sepenuhnya menikmati perjalanan :)

Artikel Terkait:

10 Tempat Wisata Terkenal pada Paris, Perancis

Nongkrong di Cafe terpopuler pada Paris

REKOMENDASI TUR:

Comments