Colosseum, Ikon Bersejarah Kota Roma, Italia

Colosseum interior

Colosseum, atau dalam bahasa Itali colosseo, adalah sisa reruntuhan amfiteater yang menjadi salah satu landmark kota Roma. Bangunan ini terletak di tengah kota Roma, Italia, dan berada di sebelah timur Roman Forum, bekas alun-alun yang penuh puing-puing bangunan kuno. Colosseum yang merupakan amfiteater terbesar di dunia, dianggap sebagai hasil karya terbaik dari arsitektur Romawi dan menjadi lambang kekaisaran Roma. Meskipun hanya berupa sisa reruntuhan, Colosseum banyak diminati oleh para turis baik turis lokal maupun mancanegara, dan menjadi salah satu destinasi wisata populer di Roma, Italia.

Sejarah

Colosseum dibangun pada tahun 70 AD pada masa kekuasaan raja Vespasian, dan selesai tahun 80 AD pada masa pemerintahan raja Titus. Bangunan ini kemudian dimodifikasi pada masa kekuasaan raja Domitian antara 81 – 96 AD. Karena dibangun pada masa kekuasaan dinasti Flavian (Vespasian. Titus, dan Domitian), Colosseum juga disebut Flavian Amphitheatre atau dalam bahasa Latin Amphitheatrum Flavium.

Pada zaman dahulu, Colosseum berbentuk ellips dengan panjang 189 m dan lebar 156 m, serta luas arena 24 ribu m2. Tembok kelilingnya memiliki tinggi 545 m dan tembok dalam setinggi 48 m. Zaman dahulu Colosseum digunakan oleh para kaisar dan petinggi Romawi untuk meningkatkan popularitas mereka dengan memberikan hiburan gratis pada rakyat. Di gedung pertunjukan inilah rakyat Romawi mendapat hiburan dengan menonton pertarungan gladiator, perburuan binatang, simulasi perang, pertunjukan drama mitologi Romawi dan Yunani kuno, dan bahkan eksekusi tawanan.

Colosseum

Yang paling populer dan riuh sang sorak sorai penonton tentu saja adalah permasalahan gladiator. Pertarungan ini nir hanya antara insan dan hewan buas namun juga antar manusia. Binatang buas yg dipertarungkan umumnya singa, beruang, & banteng. Sedangkan petarung gladiator kebanyakan adalah terpidana hukuman mangkat , budak, atau orang yang bersedia dibayar buat bertarung. Agar konflik lebih seru dan menarik, para gladiator dilatih sebelumnya pada sekolah training gladiator dan memakai baju baja yang dilengkapi perisai, pedang, atau tombak. Sekolah training dan perlengkapan ini semuanya telah tersedia di dekat Colosseum.

Meskipun sudah dilatih dan dilengkapi baju baja dan senjata, banyak gladiator yang harus mengakhiri hidupnya di arena Colosseum. Mengingat pertarungan satu lawan satu tidak akan dihentikan sampai salah satunya tewas. Gladiator yang terluka akan dirawat di Sanitarium, sementara yang tewas akan dilepaskan dari baju baja mereka di Spoilarium. Fasilitas-fasilitas ini, sekolah training (Ludus Magnus), gudang senjata (Armamentarium), Sanitarium, dan Spoilarium, semuanya terletak di dekat Colosseum dan dihubungkan dengan arena melalui jalan bawah tanah di hypogeum.

Colosseum ini mampu menampung 50 ribu penonton dengan didukung oleh 80 pintu masuk yang tersebar di dinding luar Colosseum. 4 pintu masuk utama yang terletak di setiap ujung sumbu ellips merupakan pintu masuk khusus; 3 untuk kalangan elit, dan 1 (di bagian utara) untuk raja dan ajudannya. 76 pintu masuk lainnya digunakan oleh rakyat biasa untuk masuk ke Colosseum. Selain pintu masuknya, tempat duduk di Colosseum pun dibagi berdasarkan kelas/golongan. Tingkat 1 digunakan untuk kaisar dan petinggi romawi dan semakin ke atas kedudukan penontonnya semakin rendah. (Colosseum ini dari bentuk dan pengaturan pintu dan tempat duduknya memang sangat mirip seperti stadion jaman sekarang.)

Bagian dalam Colosseum Roma

Colosseum Masa Kini

Saat ini Colosseum menjadi salah satu objek wisata terkenal di Roma dan menerima jutaan pengunjung tiap tahunnya. Bangunan yang sekarang terlihat adalah sisa reruntuhan Colosseum setelah mengalami kerusakan akibat gempa besar tahun 1349, penjarahan batu di dindingnya untuk pembangunan bangunan lain di Roma, dan juga faktor usia. Pengunjung bisa melihat dinding bagian dalam yang hampir utuh dan sebagian dinding luar di bagian utara yang menyisakan pintu masuk dari no 23 (angka romawinya: XXIII) sampai 54 (LIV).

Bagian lantai arena, yang dulu terbuat dari kayu dan ditutupi pasir, hanya tersisa sedikit sehingga kita bisa melihat struktur ruang bawah tanah yang berliku-liku yang disebut hypogeum. Hypogeum merupakan ruang bawah tanah yang terdiri dari jalan, ruangan, dan kandang binatang, tempat dimana gladiator dan binatang buas menunggu sebelum pertandingan. Dulu jalan di ruang bawah tanah juga menghubungkan arena Colosseum dan fasilitas lain di dekat colosseum seperti sekolah training gladiator. Sebagai tambahan daya tarik Colosseum, sekarang juga terdapat sebuah museum yang didedikasikan untuk Eros, yang bisa kita temukan di lantai atas dinding luar Colosseum.

Selain sebagai daya tarik wisata sejarah, Colosseum sekarang juga digunakan sebagai  tempat pertunjukan, terutama konser kecil karena kondisi interior yang sudah rusak. Sedangkan konser yang lebih besar biasa diadakan di area di luarnya, dengan dengan Colosseum sebagai background.

Sebagai landmark negara Italia dan Roma khususnya, sudah tentu Colosseum sering muncul di berbagai madia, salah satunya di film Hollywod. Bukan hanya diambil gambarnya sekilas, Colosseum juga sering dijadikan sebagai tempat syuting film. Salah satu film yang mengambil lokasi di dalam Colosseum adalah Jumper , film bergenre science fiction yang direlease pada tahun 2008. Film ini mengambil adegan di hypogeum, dimana aktor utama, David (Hayden Christensen), berusaha ditangkap oleh musuh saat sedang jalan-jalan bersama teman wanitanya, Millie (Rachel Bilson),  di dalam Colosseum.

So, tertarik melihat bekas amfiteater kuno ini? Kalau masuk ke Colosseum, coba duduk sementara waktu pada sana dan bayangkan misalnya apa keadaannya dulu, dengan 50.000 penonton riuh menyaksikan pertarungan hidup-meninggal para gladiator pada atas arena. Wow... Serasa zaman Romawi antik hayati kembali.. & engkau merupakan bagiannya!

Quick Facts

Colosseum at night

Mengingat sejarahnya yang kelam karena sebagai saksi para terpidana meninggal yg kehilangan nyawanya pada sini, Colosseum belakangan dijadikan sebagai simbol kampanye internasional melawan hukuman mati. Setiap kali ada terpidana meninggal yg dibebaskan atau diperingan vonisnya, atau peraturan sanksi mangkat dihapuskan, pada mana saja pada global, lampu penerangan Colosseum akan diubah dari putih ke kuning keemasan. Tahun 2009 kemudian, Colosseum menyalakan lampu keemasan ketika sanksi tewas dihapuskan di New Meksiko. Di Italia sendiri hukuman mangkat sudah dihapus sejak tahun 1948.

Baca juga:

Menakjubkannya Kompleks Menara Pisa pada Italia

Trevi Fountain pada Roma dan Mitos Melempar Koin

Roman Forum, Kumpulan Ping Bangunan Kuno pada Roma, Italia

10 Tempat Wisata Terkenal pada Italia (Part 1)

10 Tempat Wisata Terkenal pada Italia (Part 2)

Daftar Tempat Wisata di Italia

Comments

  1. Blog yang menarik, mengingatkan saya akan Castel Santangelo di Roma, yang juga dijuluki ‘Kue Perkawinan’ oleh penduduk lokal karena bentuknya yang menyerupai kue.
    Saya mencoba menulis blog tentang hal ini, semoga anda juga suka di https://stenote-berkata.blogspot.com/2021/11/roma-di-castel-santangelo.html.

    ReplyDelete

Post a Comment